Spiga

Selamat Ulang Tahun Isteriku

Hari Kamis tanggal 7 Juni 2007, di pagi hari sekitar pukul 7, tiba-tiba anak saya Zulfa, Salma, dan Farah (anak2 perempuan saya) minta bicara secara khusus. Dengan berbisik-bisik mereka minta saya untuk ikut iuran dana. Saya tanya untuk apa nak ?

Ternyata mereka sudah punya rencana untuk merayakan ulang tahun ibu dan adiknya yang bungsu, Fauzi (ultah-nya selisih sehari dengan isteri saya). Masya Allah, saya sendiri hampir lupa kalo ternyata hari itu adalah hari ulang tahun istri saya tercinta.

Akhirnya setelah saya gali ‘rencana besar’ mereka, saya pun ikut menambahi iuran yang telah mereka kumpulkan dari uang jajan mereka.

Waktu saya masih ada meeting dengan sahabat saya, pak Roni dan pak Agus di Senayan City, anak saya berkali-kali telepon mengingatkan untuk segera pulang agar bisa merayakan ultah tersebut bersama-sama. Anak-anak saya belanja dan memasak sendiri untuk keperluan perayaan tersebut. Padahal mereka baru kelas 4, 5, dan 6 SD.

Singkat cerita, sesampainya di rumah sekitar jam 21.00, kami sekeluarga merayakan ultah isteri & anak bungsu saya secara sederhana. Tapi suasananya cukup sakral. Diramaikan juga dengan lomba meniup balon. Kami saling bersalaman dan mendo’akan.

“Ya Allah, jadikanlah kami keluarga yang sakinah wa waddah wa rahmah”, amiin…..

Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama…”

Alhamdulillah, hamba bersyukur kepada-Mu ya Allah, telah Engkau berikan kepadaku isteri dan anak-anak yang sholeh dan sholehah. Karena sebaik-baik perhiasan di dunia adalah isteri yang sholehah.











Hidangan Ulang Tahun Karya Anak-Anakku

















Lomba Meniup Balon








Foto Bareng setelah perayaan (anak pertama nggak kelihatan karena dia yang mem-foto)

0 komentar: